Maandag 08 Junie 2015

Kuliah Sistem Pendukung Keputusan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN BANK SEBAGAI TEMPAI MENABUNG DI KOTA MALANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE MULTI ATTRIBUTE RATING TECHNIQUE (SMART)

Abstract — Perkembangan  perekonomian Indonesia memberikan dampak yang sangat positif bagi dunia perbankan dalam negeri. Hal tersebut juga terjadi pada dunia perbankan di kota malang. Sebagai konsumen sudah seharusnya menentukan skala prioritas dalam menentukan bank sebagai tempat untuk menabung.
    Dari banyak pilihan, diperlukan kesepakatan bahwa pilihan yang satu akan menjadi lebih baik dalam jangka tertentu.   Penentuan bank sebagai tempat menabung di kota malang dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah lokasi, ketersediaan Automatic teller machine (ATM), jam kerja, layanan pelanggan dan perbankan online.
     Dengan menggunakan metode pembobotan atau simple multi Attribute rating technique (SMART), sebagai salah satu system pendukung keputusan, kriteria–kriteria yang menjadi pengaruh faktor penentu tersebut dianalisa sehingga ditemukan hasil yang sesuai dengan prioritas kebutuhan konsumen.
Index Terms Bank, tempat menabung, system pendukung keputusan, faktor prioritas, metode pembobotan.

I.     Pendahuluan

            Sebagai Negara yang sedang berkembang, Indonesia banyak mengalami pasang surut dunia kerja. Salah satu  kegiatan yang saat ini sedang mengalami peningkatan adalah dunia perbankan. Lebih kompetitifnya dunia perbankan di Indonesia karena deregulasi peraturan membuat bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.
            Dari pandangan konsumen atau nasabah, hal tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan dalam pemilihan bank sebagai tempat untuk menabung yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Hal ini juga terjadi di kota malang. Sebagai salah satu kota besar di jawa timur, kota malang telah menjadi sentra bisnis para perbankan lokal maupun internasional. Masyarakat malang sendiri harus benar-benar selektif dalam penentukan bank karena semakin banyaknya pilihan.  Banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan bank sebagai tempat untuk menabung, diantaranya adalah lokasi, ketersediaan Automatic teller machine (ATM), jam kerja, layanan pelanggan dan perbankan online. Dari kesekian faktor tersebut diperlukan system pendukung keputusan yang tepat untuk pemilihan bank karena setiap konsumen tentunya memiliki skala prioritas masing-masing.

II.           lANDASAN TEORI

A.      Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
            Sistem pendukung keputusan merupakan suatu penerapan sistem informasi yang ditujukan untuk membantu pimpinan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pendukung keputusan menggabungkan kemampuan komputer dalam pelayanan interaktif dengan pengolahan atau pemanipulasi data yang memanfaatkan model atau aturan penyelesaian yang tidak terstruktur (Turban, 2005:19).
            Dapat disimpulkan bahwa, Sistem Pendukung Keputusan adalah sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manager maupun sekelompok manager dalam memecahkan masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.
B.       Simple Multy Attribute Rating (SMART) Technique
            Pada hakekatnya Simple Multy Attribute Rating (SMART) merupakan suatu model pengambil keputusan yang komprehensif dengan memperhitungkan hal-hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Dalam model pengambilan keputusan dengan SMART pada dasarnya berusaha menutupi setiap kekurangan dari model-model tanpa komputerisasi sebelumnya. SMART juga memungkinkan ke struktur suatu sistem dan lingkungan kedalam komponen saling berinteraksi dan kemudian menyatukan mereka dengan mengukur dan mengatur dampak dari komponen kesalahan sistem.
            Peralatan utama dari model ini adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya adalah persepsi manusia. Jadi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang mencolok pada model SMART dengan model lainnya sama sama terletak pada jenis inputnya, hanya saja terdapat persentase dari setiap pembobotan langsung yang ditentukan oleh hasil analisa permasalahan.
C.      Metode Pembobotan Simple Multy Attribute Rating (SMART)
            Merupakan metode pendukung keputusan yang paling sederhana. Dalam metode ini dilihat beberapa parameter yang menjadi penentu keputusan tersebut. Parameter tersebut mempunyai range nilai dan bobot yang berbeda-beda. Nilai tersebut nantinya akan menjadi penentu keputusan yang diambil.

III.         PEMBAHASAN

3.1.      Model dan Bobot Penilaian Sistem
            Pendukung Keputusan
            Model sistem pendukung keputusan pemilihan bank sebagai tempat menabung
dibuat dalam 4 jenis model yaitu model
lokasi, model ketersediaan Automatic teller machine (ATM), model jam kerja, model layanan pelanggan dan model perbankan online. Dimana masing-masing
model tersebut memiliki beberapa elemen yang akan menentukan hasil akhir sistem pendukung keputusan yang akan digunakan oleh para nasabah dalam menentukan suatu keputusan. Setiap elemen bobot penilaian yang berbeda-beda tergantung dari hasil jenis model.
            Batasan penilaian dimulai dari 10 sebagai range terendah sampai dengan 100 sebagai range tertinggi, sehingga pada akhirnya kelayakan pemilihan bank diukur dengan nilai sebagai 80-100 untuk kategori
diterima oleh pengguna untuk menabung, 60-79 untuk  kategori dipertimbangkan apakah ya atau tidak, 0-59 untuk kategori ditolak artinya tidak layak untuk tempat menabung bagi nasabah yang bersangkutan.
            Penentuan bobot penilaian telah dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan  dengan bersumber pada hasil penelitian, namun hal ini untuk seterusnya bias diadakan perubahan-perubahan searah dengan tuntutan kebutuhan. Bahwa sistem pada proses penilaiannya mengacu kepada pemenuhan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan serta mengacu pada beberapa kasus yang telah terjadi, sehingga benar-benar mempunyai tolak ukur yang baik.
3.2.      Perancangan Basis Model
            Dalam mendukung proses pengambilan keputusan, digunakan model pembobotan yang dibangun untuk menentukan prioritas pemilihan bank dalam menghasilkan keluaran sistem secara keseluruhan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Input nilai kriteria masing-masing model.
b.Input bobot masing-masing kriteria.

c.Hitung normalisasi dari bobot.
Rancangan model untuk mengevaluasi pemilihan bank adalah sebagai berikut:
1.      Kriteria lokasi
       Model lokasi dimaksudkan untuk menentukan kenyamanan serta kemudahan penjangkauan bank yang akan digunakan sebagai tempat menabung oleh nasabah serta berapa besar nilai dari masing-masing point tersebut. Dengan pemberian nilai mulai dari terkecil 10 sampai terbesar 100.
            Tabel 1. Kriteria lokasi

No
Kriteria Lokasi
Nilai
Bobot
1.       
Dekat tempat tinggal
100
80 %
2.       
Dekat tempat bekerja / study
80
3.       
Dekat Sarana Umun
60
4.       
Di Pusat Kota
40
5.       
Dekat pusat perbelanjaan
20
6.       
Dekat tempat hiburan
10
Nilai lokasi adalah:
2.        Kriteria ketersediaan ATM
        Model ketersediaan ATM dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dalam melakukan transaksi tanpa harus datang ke kantor pusat bank tersebut serta berapa besar nilai dari masing-masing point tersebut. Dengan pemberian nilai mulai dari terkecil 10 sampai terbesar 100.
      Tabel 2. Kriteria ketersediaaan ATM
No
Kriteria Lokasi
Nilai
Bobot
1.                   
Dekat tempat tinggal
100
70 %
2.                   
Berada di dekat tempat customer bekerja / study
90
3.                   
Berada dijalur yang dilalui saat kegiatan
80
4.                   
Dekat Sarana Umun
70
5.                   
Di Pusat Kota
60
6.                   
Dekat pusat perbelanjaan
40
7.                   
Dekat tempat hiburan
20
Nilai ketersediaan ATM adalah:





3.        Kriteria Jam Kerja
       Model jam kerja dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dalam melakukan transaksi tanpa kwatir jam kerja bank telah usai serta berapa besar nilai dari masing-masing point tersebut. Dengan pemberian nilai mulai dari terkecil 10 sampai terbesar 100.
          Tabel 3. Kriteria Jam Kerja Bank
No
Kriteria Lokasi
Nilai
Bobot
1.                   
Tidak bertabrakan dengan jam kerja nasabah
100
50 %
2.                   
Melayai nasabah di hari libur
80
3.                   
Waktu operasional bank lebih lama
60
4.                   
Melayani nasabah diluar jam operasional
40
Nilai jam kerja adalah:
4.        model layanan pelanggan
        Model layanan pelanggan dimaksudkan untuk memberikan bagaimana model layanan yang diberikan kepada nasabah bank tersebut serta berapa besar nilai dari masing-masing point tersebut. Dengan pemberian nilai mulai dari terkecil 10 sampai terbesar 100.
    Tabel 4. Kriteria model layanan pelanggan
No
Kriteria Lokasi
Nilai
Bobot
1.       
Pertugas dapat memprediksi keinginan nasabah
100
40 %
2.       
Personalisasi interaksi dengan pelanggan
80
3.       
Mempertahankan pelanggan yang berharga
60
4.       
Mempu memberi solusi
40
5.       
Dekat dengan nasabah
20
Nilai model layanan adalah:





5.        Kriteria model perbankan on-line
        Model perbankan online dimaksudkan untuk memberikan bagaimana model perbankan online yang diberikan kepada nasabah bank tersebut serta berapa besar nilai dari masing-masing point tersebut. Dengan pemberian nilai mulai dari terkecil 10 sampai terbesar 100.
    Tabel 5. Kriteria model perbankan online
No
Kriteria Lokasi
Nilai
Bobot
1.       
Mobile banking dan Layanan internet lain
100
30 %
2.       
Hanya memiliki mobile banking
80
3.       
Hanya memiliki layanan internet
60
4.       
Mobile banking sulit diakses
40
5.       
Layanan perbankan online tidak update
20
6.       
Tidak memiliki perbankan online
10
Nilai model perbankan online adalah:





Proses perhitungan keseluruhan model berdasarkan rumus dari pembobotan yang di jelaskan di depan adalah sebagai berikut
  • Nilai akhir adalah:
 
Berdasarkan nilai akhir yang didapat yaitu 32,37 dimana rentan nilai tersebut berada antara 0-59 yang artinya bank  tersebut tidak dipilih atau tidak layak dijadikan tempat untuk menabung bagi nasabah yang bersangkutan.

Contoh Sistem Pendukung Keputusan (SPK)


SELAMAT DATANG DI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN
PENERIMAAN BEASISWA BAGI MAHASISWA

Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Pembagaian beasiswa dilakukan oleh beberapa lembaga untuk membantu seseorang yang kurang mampu ataupun berprestasi selama menempuh studinya. Hal ini tentu dengan tujuan untuk meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa.

Namun untuk memperoleh beasiswa tersebut, diperlukan kriteria - kriteria untuk menentukan siapa yang akan terpilih untuk menerima beasiswa. Adapun kriteria yang digunakan adalah nilai IPK, penghasilan orang tua, semester, jumlah tanggungan orang tua, dan usia.

10 Definisi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)


10 Definisi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan 10 difinisi mengenai Sistem Pendukung Keputusan / Decision Support Sistem yang dikembangkan oleh beberapa ahli.

10 pendapat tentang pengertian sistem pendukung keputusan:
1. Little (1970)
Sistem pendukung keputusan adalah sebuah himpunan/kumpulan prosedur berbasis model untuk memproses data dan pertimbangan untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusannya.

2. Alter (1990) membuat definisi sistem pendukung keputusan dengan memabandingkannya dengan sebuah sistem pemrosesan data elektronik (PDE) / Electronic Data Processing tradisional dalam 5 hal :

SPK
Penggunaan :Aktif
Pengguna :Manajemen
Tujuan :Efektifitas
Time horizon :Sekarang dan masa depan
Kelebihan : Fleksibilitas

PDE
Penggunaan : Pasif
Pengguna : Operator/Pegawai
Tujuan : Efisiensi Mekanis
Time horizon :Masa Lalu
Kelebihan :Konsistensi

3. Keen (1980)

Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis komputer yang dibangun lewat sebuah proses adaptif dari pembelajaran, pola-pola penggunan dan evolusi sistem.

4. Bonczek (1980)

Sistem pendukung keputusan sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang terdiri atas komponen-komponen antara lain komponen sistem bahasa (language), komponen sistem pengetahuan (knowledge) dan komponen sistem pemrosesan masalah (problem processing) yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.

5. Hick (1993)

Sistem pendukung keputusan sebagai sekumpulan tools komputer yang terintegrasi yang mengijinkan seorang decision maker untuk berinteraksi langsung dengan komputer untuk menciptakan informasi yang berguna dalam membuat keputusan semi terstruktur dan keputusan tak terstruktur yang tidak terantisipasi.

6. Man dan Watson
Sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur.

7. Moore and Chang
Sistem pendukung keputusan dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.

8. Bonczek (1980)
Sistem pendukung keputusan sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang terdiri atas komponen-komponen antara lain komponen sistem bahasa (language), komponen sistem pengetahuan (knowledge) dan komponen sistem pemrosesan masalah.

9. Turban & Aronson (1998)
Sistem penunjang keputusan sebagai sistem yang digunakan untuk mendukung dan membantu pihak manajemen melakukan pengambilan keputusan pada kondisi semi terstruktur dan tidak terstruktur. Pada dasarnya konsep DSS hanyalah sebatas pada kegiatan membantu para manajer melakukan penilaian serta menggantikan posisi dan peran manajer.

10. Raymond McLeod, Jr. (1998)
Sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan komunikasi untuk permasalahan yang bersifat semi-terstruktur.

Sondag 31 Mei 2015

QUIZ ONLINE

SOAL QUIZ.
Suatu kelurahan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai dari pemerintah untuk masing masing kepala keluarga dengan syarat ketentuan sebagai berikut :


C1 : Jumlah Tanggungan
C2 : Pendapatan Kepala Keluarga
C3 : Luas Bangunan Rumah
C4 : Memiliki KK
Pilihlah 5 alternatif KK yang akan mendapatkan bantuan dari beberapa KK berikut ini :

 Pembobotan dari kriteria diatas dapat dilihat dibawah ini :

C1 : Jumlah Tanggungan (Attribut Keuntungan)
1-2 : 1
3-4 : 2
5-6 : 3


C2 : Pendapatan Kepala Keluarga (Attribut Biaya)
2.000.000    : 1
2.400.000    : 2
2.800.000    : 3
3.200.000    : 4
3.600.000    : 5


C3 : Luas Bangunan Rumah (Attribut Biaya)
50-70    : 1
71-90          : 2
91-110        : 3
111-130      : 4
131-150      : 5


C4 : Memiliki KK (Attribut Keuntungan)
Ada     : 2
Tidak Ada    : 1


PENYELESAIAN!!!

Tabel Kecocokan



BOBOT W= [3,5,4,4]

Tahap 1:






















Tahap 2:
































Tahap 3:















Tahap 4:




















Tahap 5: